Jangan Lupakan “AKU” ! (Museum Aceh)



Apa tempat pertama yang kamu ingat jika ditanya soal Museum di Aceh?


Saya yakin yang kamu ingat pertama kali adalah “Museum Tsunami”, yang sangat megah berdirinya di Blang Padang.  Tapi, kamu tau nggak, kalau Aceh itu gak cuma punya museum Tsunami? Aceh juga punya museum sejarah!

Iya, mungkin memang gak semewah Museum Tsunami sih, tapi Museum ini lebih berwarna, gak cuma menawarkan kemewahan gedung atau kemegahan arsitekturnya, tapi lebih menawarkan keindahan dan nilai sejarah yang apik. Museum ini patut anda masukkan dalam kunjungan wisata anda, gak bakalan nyesal deh. !


Karena kita lagi ngomongin sejarah, kita bahas dulu sedikit tentang sejarah Museum Aceh. Museum Aceh didirikan pada tanggal 31 agustus 1915 yang diresmikan oleh gubernur sipil dan militer aceh Jendral H.N.A Swart. Dulunya museum aceh ini terletak di BlangPadang, namun seiring dengan kemerdekaan Republik Indonesia atas prakarsa T. Hamzah Bendahara pada tahun 1969 letaknya dipindahkan ke JL. Sultan Mahmudsyah (dicatet ya) !  Museum dengan luas 10.800 m2 ini mempunyai 3 gedung utama yaitu gedung museum, gedung pertemuan dan Rumoh adat aceh.

Lingkungan Museum Aceh

Ini Lingkungan Museum Aceh, keren kan?

 

1. Gedung Museum 

Gedung Museum

Gedung Museum

Merupakan gedung pameran tetap, yang dibangun dengan perpaduan bangunan tradisional dan modern. Kalo diliat mirip dengan bentuk Rumoh Adat Aceh, Emang! bentuk bangunannya merupakan hasil dari modifikasi Rumoh Adat Aceh dengan versi yang lebih modern. Kalau kita masuk kedalam gedung, gedung ini dibagi menjadi empat ruangan, yaitu :

  • Ruangan bagian pertama, menyajikan koleksi-koleksi prasejarah, lingkungan alam, flora dan fauna, dan warisan  Budaya Islam di daerah Aceh.
  • Ruangan bagian kedua merupakan koleksi mata  pencaharian penduduk Aceh.
  • Ruangan bagian ketiga ada  koleksi-koleksi senjata,  keramik serta motif-motif ragam  hias,
  • Dan yang terakhir menyajikan koleksi-koleksi alat musik,  pakaian adat, hasil tenunan, peralatan upacara adat,  perhiasan serta pelaminan Aceh.

Mau tau gimana bentuk koleksinya, kok banyak amat sih? datang aja ke Museum Aceh! sengaja gak ditampilin fotonya biar, biar penasaran.

 

2. Rumoh Adat Aceh

Rumah adat aceh yang penuh warna

Rumôh Aceh

Rumôh Aceh merupakan bangunan tradisional aceh yang berasal dari paviliun aceh pada pameran Kolonial (De Kolonial Testooteling). Berbentuk rumah panggung, lantai bangunan ini dirancang  lebih tinggi dari permukaan tanah. Bersandar pada tiang-tiang penyangga dari kayu dengan ruang kolong di bawahnya. Keistimewaan Rumôh Aceh  terletak pada segi kekokohan bangunannya, walaupun bagian-bagian rumah hanya dipersatukan dengan ikatan tali ijuk, pasak serta baji sebagai pangganti paku dan sekrup.

Collage

Dari Kiri, kayu yang digunakan dalam pembuatan kapal, barisan tiang-tiang di Rumoh Aceh, dan Reunyeun (tangga).

Udah penasaran? Mau liat bagian dalamnyaa? eitss, Datang Aja ke Museum Aceh.

Ini dikasih infonya aja deh sedikit daripada kasian nanti jadi ngenes !!,

  • Untuk naik keatas Rumoh Aceh kamu harus menaiki Reunyeun (tangga), dengan menaiki tangga kamu akan langsung masuk ke ruang Tamu Atau nama lainnya adalah Sramoe Keue (Serambi Depan).
  • Didalamnya juga ada deretan Lukisan Pahlawan-Pahlawan yang juga dipajang di Ruang Tamu
  • Selain Sramoe Keue, Ada juga Sramoe Likot yang biasa digunakan sebagai ruang keluarga maupun dapur.
  • Selanjutnya Ada Rumoh Inong (Kamar Tidur utama) kamar tidur merupakan bagian paling suci dalam masyarakat aceh, orang asing dilarang masuk ke kamar.

 

3. Gedung Pertemuan

Gedung Pertemuan

Gedung Pertemuan

Nah, gedung ini namanya gedung pertemuan, gak banyak informasi dari gedung ini mungkin dulunya gedung ini dipakai buat pertemuan-pertemuan rapat gitu kali, tpi sekarang udah jadi kantin. Selain gedungnya yang tertutup, arsitektur gedung ini sangat unik dengan 4 atap yang bersusun dan mempunyai 4 ujung atapnya.

Jadi, jangan lupakan Museum Aceh. Kota Banda Aceh memang banyak menawarkan jenis wisata-wisata yang menarik lainnya, tetapi gak ada salahnya juga kanberkunjung ke Museum Aceh, selain jalan-jalan kamu juga bakalan dapat ilmu tentang sejarah dan budaya yang ada di Aceh.

JADWAL BUKA MUSEUM ACEH

Selasa-Minggu

Pagi : 08.30-12.30

Siang : 14.00-16.30

Jum’at

Pagi : 08.30-11.30

Siang : 14.30-16.00

SENIN DAN HARI BESAR NASIONAL TUTUP


 Yang Terakhir Jangan Dilewatkan…..

 

Lonceng Cakra Donya

"Lonceng Cakra Donya" Iconnya Museum Aceh

“Lonceng Cakra Donya” Iconnya Museum Aceh

 

Tempat menyimpan dan Menumbuk padi Tempo Dulu

Tempat menyimpan dan Menumbuk padi Tempo Dulu (Terletak Di bagian belakang Museum)

Makam Raja Aceh Keturunan Bugis, (Terletak Di Depan Gedung Pertemuan)

Makam Raja Aceh Keturunan Bugis, (Terletak Di Depan Gedung Pertemuan)


Kata terakhir,

“Biarkan Tsunami Menghancukan semua harta benda dan segala materi kita, Tetapi jangan biarkan Tsunami ikut menghapus ingatan sejarah daerah kita”   

“Kenali Sejarah Daerahmu, dan banggalah dengan itu”


Advertisements

34 comments on “Jangan Lupakan “AKU” ! (Museum Aceh)

  1. mantap gan, ane juga udah pernah ke situ banyak peninggalan – peninggalan yang bersejarah, sesuai yang agan posting.

  2. mantap gan, ane juga udah pernah ke situ banyak peninggalan – peninggalan yang bersejarah, sesuai yang agan posting.

  3. mantap gan, ane juga udah pernah ke situ banyak peninggalan – peninggalan yang bersejarah, sesuai yang agan posting.

  4. Pingback: Daftar Peserta Banda Aceh Blog Competition 2014 | Tourism Banda Aceh

  5. Pingback: Daftar Peserta Banda Aceh Blog Competition | Tourism Banda Aceh

  6. Pingback: aneh2saja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s